Magelang
Magelang adalah rumah bagiku.
Aku lahir disana dan bertemu orang-orang hebat disana.
Dan dari setiap kota yang pernah aku tinggal, tidak ada yang mampu menggantikan Magelang, bahkan Balikpapan sekalipun yang notaben jauh lebih lama aku tinggali. Magelang itu kota yang unik, tidak ada kata-kata yang mampu untuk mendiskripsikan bagaimana kota itu. I just in love with that city.
Magelang di dalam benakku adalah teman-teman dimasa kecilku. Terbayang waktu di tahun 2000an, tentang seoarang anak perempuan yang aku kenal saat taman kanak-kanak. Kami mempunyai nama yang sama, aku Gina, dia Lina. Aku tidak tau pasti bagaimana awal pertama kali kita berkenalan. Dulu aku seorang anak yang super kecil, lemah dan anti-sosial, sedangkan Lina dibanding anak-anak seusia kami waktu itu berbadan tinggi dan carefree. Dia mampu berteman dengan siapa saja. Dan tidak tau pasti mengapa kita menjadi sahabat dekat. Mungkin karena waktu itu ibuku mempunyai sebuah toko yang letaknya berdekatan dengan rumah Lina. Jadi setiap pulang dari sekolah, aku selalu bermain di rumahnya sampai sore smbari menunggu ibuku berjualan.
Sebenarnya masih ada satu lagi teman teman dekat kami, namanya Ega, dulu saat kecil dia sangat tomboy teman-temannya laki-laki semua. Aku masih ingat saat perpisahan taman kanak-kanak dulu kami pergi berlibur ke sebuah museum di Yogyakarta, kami berfoto di depan sebuah pesawat mungkin bekas perang jaman dahulu, dengan posisi Lina, Aku, dan Ega. Dan betapa terlihat kecilnya aku ditengah-tengah mereka.
Namun sayanganya, saat kami masuk ke bangku sekolah dasar, Ega tidak satu sekolah lagi dengan kami. Jadi hanya tersisa kami berdua, Aku dan Lina. Dan saat kenaikan kelas 2, akupun harus pindah sekolah, bukan hanya pindah sekolah namun juga pindah kota. Cukup jauh dari Magelang, yaitu Cirebon. Aku sendiri tidak tau bagaimana kabar Lina selama aku di Cirebon, aku terlalu kecil saat itu dan tidak tau cara menggunakan alat elektronik. Dan aku rasa internet masih menjadi hal yang langka di masa itu.
2 tahun sudah aku tinggal dan bersekolah di Cirebon. Dan saat kenaikan kelas 4, Ayahku dipindah tugaskan ke kota lain. Yang tak lain adalah Balikpapan. Padahal waktu itu aku akan mendapatkan beasiswa di kelas 4, namun apa daya kami tetap harus pindah. Setelah diperbincangankan, ada baiknya bahwa aku dan kakakku lebih baik menetap di tempat nenek dan bersekolah disana. Tempat nenek berarti adalah Magelang, yuppp aku kembali lagi ke kota tercinta itu. Dan yang lebih menggembirakan lagi, aku kembali bersekolah di sekolahku yang lama. That means aku akan bertemu dengan Lina dan teman-temanku yang lainnya.
Aku masuk menjadi anak baru di kelas 4, agak aneh rasanya aku harus memperkenalkan lagi diriku di depan teman-temanku yang sebenarnya sudah tau siapa aku.
Waktu itu seorang teman pernah bercerita kepadaku. Di saat kelas 3 dulu, mereka mendapat sebuah tugas menulis sepucuk surat untuk teman atau kerabat, Lina menulis sebuah surat untukku. Bagaimana isinya? Well, I'm too shy to ask her until now.
Persahabatan kami masih berlanjut, for me she's still be the best friend that I have so far. Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa kami sudah berada di bangku kelas 6 dan akan melanjutkan study ke pendidikan yang lebih tinggi lagi. Kami mencoba mendaftar di sekolah yang sama, Tarakanita dan kami berhasil lolos. Namun kabar buruk menyapa, Ayahku berkata bahwa aku akan melanjutkan SMPku di Balikpapan. So I guess it's goodbye...
And here I'm now, still living in this goddamn city...
Balikpapan.
Aku lahir disana dan bertemu orang-orang hebat disana.
Dan dari setiap kota yang pernah aku tinggal, tidak ada yang mampu menggantikan Magelang, bahkan Balikpapan sekalipun yang notaben jauh lebih lama aku tinggali. Magelang itu kota yang unik, tidak ada kata-kata yang mampu untuk mendiskripsikan bagaimana kota itu. I just in love with that city.
Magelang di dalam benakku adalah teman-teman dimasa kecilku. Terbayang waktu di tahun 2000an, tentang seoarang anak perempuan yang aku kenal saat taman kanak-kanak. Kami mempunyai nama yang sama, aku Gina, dia Lina. Aku tidak tau pasti bagaimana awal pertama kali kita berkenalan. Dulu aku seorang anak yang super kecil, lemah dan anti-sosial, sedangkan Lina dibanding anak-anak seusia kami waktu itu berbadan tinggi dan carefree. Dia mampu berteman dengan siapa saja. Dan tidak tau pasti mengapa kita menjadi sahabat dekat. Mungkin karena waktu itu ibuku mempunyai sebuah toko yang letaknya berdekatan dengan rumah Lina. Jadi setiap pulang dari sekolah, aku selalu bermain di rumahnya sampai sore smbari menunggu ibuku berjualan.
Sebenarnya masih ada satu lagi teman teman dekat kami, namanya Ega, dulu saat kecil dia sangat tomboy teman-temannya laki-laki semua. Aku masih ingat saat perpisahan taman kanak-kanak dulu kami pergi berlibur ke sebuah museum di Yogyakarta, kami berfoto di depan sebuah pesawat mungkin bekas perang jaman dahulu, dengan posisi Lina, Aku, dan Ega. Dan betapa terlihat kecilnya aku ditengah-tengah mereka.
Namun sayanganya, saat kami masuk ke bangku sekolah dasar, Ega tidak satu sekolah lagi dengan kami. Jadi hanya tersisa kami berdua, Aku dan Lina. Dan saat kenaikan kelas 2, akupun harus pindah sekolah, bukan hanya pindah sekolah namun juga pindah kota. Cukup jauh dari Magelang, yaitu Cirebon. Aku sendiri tidak tau bagaimana kabar Lina selama aku di Cirebon, aku terlalu kecil saat itu dan tidak tau cara menggunakan alat elektronik. Dan aku rasa internet masih menjadi hal yang langka di masa itu.
2 tahun sudah aku tinggal dan bersekolah di Cirebon. Dan saat kenaikan kelas 4, Ayahku dipindah tugaskan ke kota lain. Yang tak lain adalah Balikpapan. Padahal waktu itu aku akan mendapatkan beasiswa di kelas 4, namun apa daya kami tetap harus pindah. Setelah diperbincangankan, ada baiknya bahwa aku dan kakakku lebih baik menetap di tempat nenek dan bersekolah disana. Tempat nenek berarti adalah Magelang, yuppp aku kembali lagi ke kota tercinta itu. Dan yang lebih menggembirakan lagi, aku kembali bersekolah di sekolahku yang lama. That means aku akan bertemu dengan Lina dan teman-temanku yang lainnya.
Aku masuk menjadi anak baru di kelas 4, agak aneh rasanya aku harus memperkenalkan lagi diriku di depan teman-temanku yang sebenarnya sudah tau siapa aku.
Waktu itu seorang teman pernah bercerita kepadaku. Di saat kelas 3 dulu, mereka mendapat sebuah tugas menulis sepucuk surat untuk teman atau kerabat, Lina menulis sebuah surat untukku. Bagaimana isinya? Well, I'm too shy to ask her until now.
Persahabatan kami masih berlanjut, for me she's still be the best friend that I have so far. Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa kami sudah berada di bangku kelas 6 dan akan melanjutkan study ke pendidikan yang lebih tinggi lagi. Kami mencoba mendaftar di sekolah yang sama, Tarakanita dan kami berhasil lolos. Namun kabar buruk menyapa, Ayahku berkata bahwa aku akan melanjutkan SMPku di Balikpapan. So I guess it's goodbye...
And here I'm now, still living in this goddamn city...
Balikpapan.

