Arah Masa Depan
Pernahkah kau tersesat di tengah jalan? Bimbang memilih arah
mana yang akan kau tuju? Namun juga tak tau jalan untuk kembali ke tempat
asalmu? Kira-kira apa yang akan kamu rasakan saat itu? Menangiskah?
Berusahakah? Putus asa?
Kau tau, kini aku merasakannya
kawan. Dulu saat aku masih jauh dari persimpangan ini. Aku besihkeras memilih
arah yang berbelok ke kiri. Namun sekarang saat aku semakin dekat dengan
persimpangan, aku berfikir arah kiri adalah jalan buntu.
Jika aku bisa aku
ingin kembali. Berbalik arah ke kotaku yang lama. Tempat di mana aku
mendapatkan segalanya. Seketika aku tersadar. Hidup sama seperti waktu. Hanya
bisa berjalan maju, tak bisa berbalik walau hanya sekian detik aja.
Aku merenungi apa saja
yang telah aku perbuat. Apakah aku hanya diam bernafas selama 16 tahun ini?
Konyol sekali pikirku. Apa dan untuk apa aku hidup, maaf aku tidak bisa
menjawabnya. “Tolol” runtukku dalam hati.
Aku ingin kembali. Ke kotaku
kecil. Berbuat sesuka hati, tanpa beban, lepas. Berlari ke sana-ke mari.
Bermain itu dan ini. Bisakah aku terus menjadi anak kecil. Yang selalu dimanja?
Yang selalu bahagia? Yang tak pernah punya beban?
Beberapa meter lagi
aku sampai di persimpangan. Aku harus memutuskan sekarang juga. Arah kanan atau
kiri? Mana yang akan mengantarku sampai kota tujuan? Mau
tak mau aku harus sampai di sana. Sebelum senja berganti menjadi gelap.
Aku berharap mungkin
aku akan bertemu seseorang di persimpangan dan berjalan bersama-sama menuju
kota. Aku penasaran namun juga takut. Seperti apakah kota itu? Apa lebih bagus
dari kotaku yang dulu?
“Beberapa meter lagi”
gumamku. Aku menguatkan diri sendiri. Arah manapun yang akan aku ambil, aku
yakin tetap akan sampai di kota baruku. Aku akan mengambil arah ini dan akan
menanggung resiko apasaja dengan kota baru.
Aku tidak akan
menyesal. Satu langkah lagi aku sampai di persimpangan. Maaf aku memilih arah
kiri bukan kanan. Maaf jika aku mengecewakan kalian. Maaf atas pilihanku ini.
Maaf, beribu kata maaf.
Aku terus berjalan menyusuri
arah kiri. Aku berharap tidak ada persimpangan berikutnya. Aku berharap segera
menemukan kota baru. Segalanya aku berharap atas keputusan. Apapun yang aku
pilih aku harus yakin ini memang benar.
Terus berjalan tanpa
lelah. Aku pasti akan menemukan kota. Dimanapun dia berada aku akan
mencapainya.
