Review Analogi Cinta Sendiri
Analogi Cinta Sendiri karya Oka alias @landakgaul alias Dara
Prayoga.
Well aku kehabisan buku ini, pas aku ke gramedia BC
(Balikpapan Center) ternyata sudah sold out. Miris banget sumpah. Semoga cetak
ulangnya cepatan diterbitin ya kak Oka yang (katanya) cowok pengertian. Aku putus asa nggak tahu harus gimana, pengen beli online tapi males ke bank.
Laksana dewi Kwan In, ada teman aku yang menyodorkan tangannya dengan buku
Analogi Cinta Sendiri di telapak tangganya. Berkat buku pinjaman ini aku kembali hidup
dengan riang gembira. Aku ketawa kalau ada yang lucu, aku stress kalau nggak
punya duit. Perasaan semua orang juga begitu yaa :-|
Novel ini berisi 13 bab. Ini nih listnya :
- Titik Awal
- Kalimat akhir yang tersembunyi
- Berkat tahi lalat, jambul, dan gajah sirkus
- Seandainya, seandainya, seandainya
- Seperti biasa
- Analogi menawar perasaan
- Kryptonite
- Garis finish yang tak ingin dilewati
- Kesempatan yang pantas
- Satu langkah menuju akhir?
- Pelukan yang seolah tak berharga lagi
- Patah hati itu romantis
- Candu yang baru
Inti ceritanya sih tentang seorang secret admirer.
Gaya-gayanya kocak tapi juga bikin JLEB di ati. Rada bingung juga pas bacanya,
kudu sedih nangis guling-guling kayak kebo atau ketawa cekikikan. Tapi karena
aku jarang ngelakuan apa yang well Dara lakuin sebagai secret admirer, lebih
tepatnya jarang naksir sama orang. Aku lebih banyak ketawanya sih.
Bab yang aku suka Prolognya kali yeee, oh bukan aku malah
suka bagian Pengantar Penulisnya. Haha kagaklah, hmph aku suka bab yang ke 3,
Berkat tahi lalat, jambul, dan gajah sirkus. Oh iya sebenarnya aku pengen
ngucapin terima kasih deh sama kak Dara karena sudah masukin nama aku di novelnya,
nama aku Gina juga soalnya, makasih udah pernah naksir aku kakak :*. Back to the topic, aku suka di bagian ini tentang
pertama kali gimana dia ketemu sama Regina, macem di FTV-FTV gitu deh. Di bab
ini juga ada asal-usul rambut landaknya dia. Ambil positifnya aja deh kak,
setidaknya kamu bisa menghemat gatsbi, nggak perlu susah-susah ngeluarin duit
buat ngejabrikin rambut kayak remaja-remaja jaman sekaramg yang salah gaul, rambut sama spu ijuk nggak kalah samanya, sama-sama kaku. Oh hatinya juga kaku sih ya, gara-gara nggak bisa move on dari mantan. KAKU.... Eh lupa kamu pan remaja juga kak yaa :p
Beberapa puisi yang dimuat di novel ini juga JLEB banget deh.
Ini nih contohnya, aku ambil dari bab Pelukan yang seolah tak berharga lagi:
Mencintai diam-diam
adalah hal paling egois di dunia.
Tak ada yang lebih
egois dari seseorang yang memenjarakan hatinya sendiri.
Begitu besar egonya
menahan rasa cinta yang ingin menyeruak ke luar,
Terbang bebas ke hati
yang ingin disinggahinya.
Di bab Titik awal aku malah jadi ngebayangin itu sekolah
aku. Iya sekolah aku terutama angkatan aku pada keranjingan main UNO. Sering
ada yang main gitar nggak jelas gitu juga. Hah emang begitu kali kehidupan anak
SMA dari jaman dulu sampai sekarang. UNO! Oke abaikan K
Satu masukkan buat Oka, BUKUNYA KURANG TEBAL! Kurang puas
bacanya K
Kalau Oka itu muda tapi bermuka tua, aku malah kebalikannya
tua tapi bermuka muda. Sampai waktu itu ada adek kelas yang menurut aku nggak
sopan. Dia bilang ke aku “Weh, minggir
dong”. Matamu juling ini senior mu adek yang kebanyakkan makan junkfood! Aku juga (dulu) anak basket, dengan tinggi
145cm. Bisa dibanyangin nggak tuh K
Quotes yang paling aku suka “Hidup itu kayak diperkosa ,
kalo kamu nggak bisa ngelawan ya nikmatin aja.”

